Tes Pertamax…. Mahal Di Awal, Murah Di Hasil Akhir

Pelepasan tim tes uji Pertamax VS Premium

Pertamax mahal? Apa iya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, PT. Pertamina (Persero) Pemasaran BBM Retail Region IV Jawa Tengah dan DIY pada hari Kamis (21/1/2010) telah mengadakan uji penggunaan BBM Pertamax dan Premium.

Sebelumnya pada pertengahan tahun 2009, PT. Pertamina (Persero) Pemasaran BBM Retail Region IV Jawa Tengah dan DIY juga telah melakukan uji pemakaian Pertamax dan Premium pada 3 unit mobil, yaitu Toyota Yaris, Honda Jazz dan Suzuki Swift. Semua unit mobil dipilih berdasarkan tahun pembuatan yang sama yaitu 2009, kapasitas 1500 cc dan masing-masing unit juga memiliki kompresi mesin diatas  10 : 1. Dari pengujian tersebut, penggunaan Pertamax menunjukan hasil pembakaran BBM di mesin lebih sempurna, hal ini bisa dilihat dari permukaan busi (spark plug) yang lebih bersih dibanding busi dengan BBM Premium (foto terlampir). Dengan sempurnanya pembakaran otomatis akselerasi mesin dapat bekerja lebih responsif dan dapat meminimalisir terjadinya detonasi awal atau timbulnya suara ngelitik pada mesin.

Untuk pengujian pada awal tahun ini, dilakukan dengan mengikutsertakan beberapa teknisi dari Honda Semarang Center selaku main delear mobil Honda Jawa Tengah dan tabloid otospeed. Tujuan dari uji penggunaan BBM ini adalah agar seluruh lapisan masyarakat umum terutama konsumen pengguna BBM lebih tahu dan faham tentang perbedaan penggunaan Pertamax dan Premium untuk kendaraan bermotor. Dengan menggunakan 2 unit Honda Freed tahun 2009 sebagai kendaraan uji, mobil berkapasitas 1500 cc dengan perbandingan kompresi 10,4 : 1 ini dari pabriknya memang sudah dianjurkan untuk menggunakan BBM dengan RON (Research Octane Number) minimal 91. Ke 2 unit Honda Freed yang sama tahun pembuatan juga tipe ini sebelumnya di lakukan pengecekan tekanan angin ban di semua roda dengan menggunakan ban standar pabrik.

Mengukur Premium sebelum dimasukan ke dalam tangki Freed

Masing – masing unit kemudian diisi 4 orang termasuk pengemudi kemudian dilakukan pengisian BBM Pertamax yang memiliki RON 92 dan Premium yang memiliki RON 88 sampai tangki BBM tiap unit penuh. Metode yang dilakukan adalah dengan dua cara yaitu, pertama dengan mencatat beberapa data yang berhasil terekam otomatis seperti trip, average, range dll pada speedometer digital Honda Freed. Yang kedua, melakukan pengisian ulang BBM secara manual hingga penuh pada 2 tangki BBM Honda Freed kemudian digoyang-goyang guna menghilangkan gelembung udara yang terjebak di dalam ke 2 tangki Honda Freed tadi. Cara pengisian ulang dilakukan dengan memasukan BBM lewat alat bantu gelas ukur dan menggoyang tiap mobil guna memastikan tidak ada lagi gelembung udara yang tersisa di dalam rongga tangki sehingga tangki BBM bisa terisi penuh dan merata.

Khusus untuk rute yang ditempuh, tim penguji sepakat untuk menempuh rute Semarang-Tegal dan kembali lagi ke Semarang. Rute tersebut berjarak total ± 322 km yang dilengkapi dengan berbagai kombinasi jalanan baik jalanan datar, naik-turun dan berliku. Start awal dari kawasan Srondol, Semarang. Ke 2 unit Honda Freed tersebut kemudian dilepas untuk menuju pos I di SPBU Kalibanger, Pekalongan dan pos II di SPBU MURI Dampyak, Tegal dan kembali menuju SPBU Srondol Semarang. Dengan berpatokan pada kecepatan rata-rata maksimal 80 km/jam ke 2 unit Honda Freed melakukan perjalanan dengan menggunakan transmisi automatic di posisi D.

Untuk rute Semarang-Pekalongan dilakukan pengujian pada siang hari dengan kondisi cuaca panas. Pengujian tahap awal ini masih melakukan penyesuaian antara lain untuk memastikan gelembung udara di dalam tangki sudah benar-benar hilang sehingga diharapkan pengukuran pemakaian BBM berikutnya bisa lebih akurat.

Digitalmeter Freed merekam Trip, Average, Range dan odometer

Untuk rute Pekalongan – Tegal pada kondisi jalanan datar dengan cuaca udara sore hari, dengan cara pertama digitalmeter konsumsi BBM pada Honda Freed menunjukan perbandingan sebagai berikut :

Honda Freed (Premium)                Honda Freed (Pertamax)

Trip           :       62,0                                          62,0

Average     :       16,8                                          17,2

Range        :       398                                           700

Odometer   :       7413                                         9527

Keterangan :

Trip           : Perkiraan jarak tempuh

Average     : Perkiraan konsumsi rata-rata BBM

Range        : Perkiraan jarak tempuh dari sisa BBM di dalam tangki

Odometer   : Perkiraan jarak tempuh kendaraan sesuai life time unit

mobil

Sedangkan dengan cara kedua, untuk pengisian ulang BBM hingga tangki bensin penuh secara manual dengan alat bantu gelas ukur BBM dengan hasil:

Honda Freed (Premium)                Honda Freed (Pertamax)

Refill Tanks        :       7,1 lt                                         6,0 lt

Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa apabila Honda Freed menggunakan Premium sebanyak 7,1 liter dapat menempuh jarak 62,0 km atau konsumsi 1 liter premium bisa menempuh jarak 8,8 km. Sementara Honda Freed dengan menggunakan Pertamax sebanyak 6 liter dapat menempuh jarak 62,0 km atau konsumsi 1 liter pertamax bisa menempuh jarak 10,4 km.

Jika kita kalkulasikan terhadap nilai rupiah untuk rute Pekalongan – Tegal yang berjarak ± 62 km :

Premium    : 7,1 x 4500 = Rp 31.950

Pertamax   :    6 x 6900 = Rp 41.400 -

Rp  9.450

*Jika kita ingin mengetahui perbedaan antara persentase biaya pembelian Pertamax terhadap Premium adalah biaya pemakaian pertamax lebih mahal 29,57% dibanding premium (hasil pengkalian antara konsumsi BBM dengan harga Pertamax dan Premium di bagi hasil pengkalian Premium dikali 100 persen) atau Rp 9.450 : Rp 31.950 x 100% = 29,57 % tetapi apabila dibandingkan harga antara kedua jenis BBM tersebut saat ini maka pertamax lebih mahal 53% (harga premium sekarang Rp.4.500/liter, Pertamax Rp.6.900/liter).

Untuk rute Tegal – Semarang dengan kondisi jalanan gabungan antara jalan datar dan tanjakan pada malam hari dengan suhu/cuaca dingin. Dengan menggunakan cara pertama, digitalmeter konsumsi BBM pada Honda Freed menunjukan perbandingan sebagai berikut :

Honda Freed (Premium)                Honda Freed (Pertamax)

Trip           :       160,4                                        160,5

Average     :       15,0                                          15,1

Range        :       303                                           535

Odometer   :       7573                                         9687

Sedangkan dengan cara kedua, hasilnya sebagai berikut :

Honda Freed (Premium)                Honda Freed (Pertamax)

Refill Tanks        :       9,1 lt                                         8 lt

Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa apabila Honda Freed menggunakan Premium sebanyak 9,1 liter dapat menempuh jarak 160 km atau konsumsi 1 liter premium bisa menempuh jarak 17,8 km. Sementara Honda Freed dengan menggunakan Pertamax sebanyak 8 liter dapat menempuh jarak 160 km atau konsumsi 1 liter pertamax bisa menempuh jarak 20 km.

Jika kita kalkulasikan terhadap nilai rupiah untuk rute Tegal – Semarang yang berjarak ± 161 km adalah :

Premium    : 9,1 x 4500 = Rp 40.950

Pertamax   :    8 x 6900 = Rp 55.200 -

Rp 14.250

Jika kita ingin tahu perbedaan persentase biaya pembelian Pertamax terhadap Premium adalah biaya pemakaian pertamax lebih mahal 34,79% dibanding premium (hasil pengkalian antara konsumsi BBM dengan harga Pertamax dan Premium di bagi hasil pengkalian Premium dikali 100 persen Rp 14.250 : Rp 40.950 x 100% = 34,79 % tetapi apabila dibandingkan harga antara kedua jenis BBM tersebut saat ini maka pertamax lebih mahal 53% (harga premium sekarang Rp.4.500/liter, Pertamax Rp.6.900/liter).

*Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa biaya pemakaian pertamax lebih murah (Pekalongan-Tegal = 29,57%, Tegal-Semarang = 34,79%)  dibanding perbedaan harganya dengan premium = 53%. Kondisi ini tetap berlaku meskipun Harga Pertamax mengalami perubahan (naik atau turun).

Gelas ukur juga digunakan guna memastikan BBM sesuai dengan takaran

Stelah BBM sesuai takaran, kemudian imasukan ke tangki mobil kemudian mobil digoyang-goyang guna memastikan tidak ada uap udara yang terjebak di dalam tangki. Hal tersebut dilakukan berulang-ulang sampe tangki tidak lagi mengeluarkan gelembung

Keuntungan dan Keunggulan Pertamax Jangka Panjang

Masih awamnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat umum terhadap mobil-mobil keluaran baru terutama mobil yang di produksi dari tahun 2000 ke atas menjadikan konsumen masih ada yang salah kaprah dalam pemilihan BBM. Padahal pihak ATPM sudah memberi anjuran yang terdapat di brosur kendaraan hingga di Buku Panduan Manual Mobil bahkan ada yang lebih memperjelas lagi dengan menempel sticker keterangan yang terdapat di balik tutup tangki BBM. Mobil-mobil produksi tahun baru pada umumnya sudah memiliki kompresi mesin tinggi sehingga memerlukan BBM yang sesuai guna meminimalisir terjadinya detonasi awal yang ditandai dengan bunyi ngelitik di bagian mesin. Tak heran jika ATPM mobil menganjurkan pemakaian Pertamax mengingat Pertamax memiliki kadar oktan lebih tinggi dibanding Premium, dengan demikian gejala mesin ngelitik yang mengakibatkan rusaknya metal pada komponen mesin akan menjadi cepat aus (terkikis) secara dini bisa dihindari.

Keuntungan lain dengan memakai BBM Pertamax, selain akselerasi saat mesin bekerja lebih responsif dibanding menggunakan BBM Premium, pembakaran di mesin jadi lebih sempurna sehingga usia beberapa komponen bisa lebih lama. Hal ini bisa dideteksi dengan menggunakan bantuan alat uji emisi gas buang. Dari hasil pengujian untuk rute Semarang – Tegal, mobil yang menggunakan BBM Pertamax saat di tes alat uji emisi gas buang, tidak terdapat emisi gas buang sebab hasil pembakaran dengan Pertamax lebih sempurna alias zero result dibanding Premium. Contoh gampang lainnya dengan melakukan pengecekan pada busi, dengan menggunakan Pertamax permukaan busi lebih terlihat bersih dibanding busi mamakai BBM Premium. Hal ini berarti umur penggantian komponen lebih awet dan otomatis dapat menghemat biaya pengeluaran service berkala atau jauh lebih ekonomis dibandingkan dengan BBM Premium. Bahkan knalpot pada mobil yang diproduksi tahun baru ini sudah dilengkapi komponen Catalyc Converter yang fungsinya sebagai penyaring sisa pembakaran mesin agar udara yang dikeluarkan knalpot tidak mencemari lingkungan. Padahal komponen Catalityc Converter ini jika rusak akibat salah pemakaian BBM, apabila harus mengganti maka harga barunya bisa mencapai Rp 4 jutaan.

Dengan BBM Pertamax, kepala busi lebih bersih hal ini menandakan pembakaran BBM pada mesin lebih sempurna

Dengan BBM Premium, kepala busi masih terdapat kotoran sisa pembakaran

Pengujian emisi bahan bakar juga dilakukan di setiap etape dengan bantuan alat uji emisi dari Honda Semarang Center

Dengan memakai BBM Pertamax, maka konsumen sudah banyak melakukan penghematan (lebih ekonomis) jika dilihat dalam waktu jangka panjang dan dengan secara tidak langsung konsumen sudah ikut berpartisipasi terhadap pengurangan polusi udara sekaligus mendukung salah satu program pemerintah yang saat ini sedang giat melakukan uji emisi terhadap kendaraan bermotor. Bebe

About these ads
This entry was posted in General, Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s